ROCKCLIMBING
Sekilas
Untuk menjadi pemanjat kamu enggak perlu
otot yang kuat dan modal yang gede, yang terpenting adalah minat. Kemauan yang
keras dan dedikasi yang tinggi bakal menjadikan kamu pemanjat yang hebat.
Memanjat, seperti halnya merangkak dan berjalan, merupakan kegiatan alami yang
dilakukan setiap orang sejak masa kecil
Olah raga "berimpak rendah" yang
bisa ditekuni sampai usia lanjut
Menghabiskan banyak kalori perjam-nya hampir mendekati gulat dan beladiri, cocok untuk menjadikan badan tetap langsing
Tidak sepenuhnya mengandalkan otot tangan. Pemanjat profesional adalah pemanjat yang pandai dengan teknik penempatan kaki
Olah raga yang cocok buat orang yang suka problem solving/ pemecahan masalah artinya olah raga ini mengandalkan otak .
Bisa dibilang mahal untuk big wall climbing dan bisa juga dibilang terjangkau untuk bouldering
Enggak usah selalu dilakukan di tebing, dinding dan struktur bangunan buatan manusia juga bisa dipanjat.
Mau sukses dipanjat tebing kamu harus pantang menyerah Panjat Tebing bukanlah sekedar olah raga atau petualangan melainkan kombinasi dari keduanya Olah raga paling KEREN kata para penggemarnya
Pemanjat hebat adalah pemanjat yang menikmati panjat memanjat dengan sepenuh hati tanpa peduli apa kata orang. Dia selalu berusaha memperbaiki tehnik dan meningkatkan kekuatannya untuk bisa lebih menyatu dengan bebatuan. Selalu rindu akan kembali ke tebing dan batuan besar untuk manjat. Merasa kagum dan takjub saat melihat tebing-tebing baru yang membentang dan terasa ingin menyentuh juga merayapinya
Menghabiskan banyak kalori perjam-nya hampir mendekati gulat dan beladiri, cocok untuk menjadikan badan tetap langsing
Tidak sepenuhnya mengandalkan otot tangan. Pemanjat profesional adalah pemanjat yang pandai dengan teknik penempatan kaki
Olah raga yang cocok buat orang yang suka problem solving/ pemecahan masalah artinya olah raga ini mengandalkan otak .
Bisa dibilang mahal untuk big wall climbing dan bisa juga dibilang terjangkau untuk bouldering
Enggak usah selalu dilakukan di tebing, dinding dan struktur bangunan buatan manusia juga bisa dipanjat.
Mau sukses dipanjat tebing kamu harus pantang menyerah Panjat Tebing bukanlah sekedar olah raga atau petualangan melainkan kombinasi dari keduanya Olah raga paling KEREN kata para penggemarnya
Pemanjat hebat adalah pemanjat yang menikmati panjat memanjat dengan sepenuh hati tanpa peduli apa kata orang. Dia selalu berusaha memperbaiki tehnik dan meningkatkan kekuatannya untuk bisa lebih menyatu dengan bebatuan. Selalu rindu akan kembali ke tebing dan batuan besar untuk manjat. Merasa kagum dan takjub saat melihat tebing-tebing baru yang membentang dan terasa ingin menyentuh juga merayapinya
Macam-macam panjat tebing
Bouldering
Buildering
Toproping
Lead Climbing
Sport Climbing
Traditional Climbing
Free Solo
Big Wall
Buildering
Toproping
Lead Climbing
Sport Climbing
Traditional Climbing
Free Solo
Big Wall
Bouldering: dianggap sebagai bentuk murni dari olah raga panjat tebing yaitu memanjat problem/ rute pendek yang kebanyakan enggak terlalu tinggi (sekitar 3m) tanpa tali pengaman. Biasanya rutenya horisontal/ menyamping. Pengaman yang digunakan biasanya crash pad atau matras empuk supaya pada saat jatuh atau kaki medarat tidak sakit/ terluka
Buildering: Hampir sama dengan bouldering hanya saja arena pemanjatan
bukannya tebing alam melainkan konstruksi buatan manuasia yang dibangun bukan
untuk tujuan olah raga panjat tebing seperti gedung bertingkat, jembatan,
tower, tiang dll.
Toproping:Pemanjatan dengan tali pengaman yang bisa diibaratkan
dengan tali timba disumur. Ember dianggap sebagai pemanjat, penimba dianggap
sebagai pembelay sedangkan katrol dianggap sebagai jangkar pengaman (anchor)
yang berada di puncak tebing. Pada saat pemanjat mulai memanjat tali yang
mengambang/terulur (slack) ditarik oleh pembelay sehingga jika pemanjat jatuh
dia enggak akan jatuh ketanah melainkan menggantung seperti ember timba yang
menggantung ditengah sumur. Setelah pemanjat sampai dipuncak, pembelay
mengulurkan tali untuk menurunkan si pemanjat ke tanah.
Lead Climbing: ada dua macam yaitu Sport Climbing dan Traditional (Trad)
Climbing. Berbeda dengan toproping dimana tali pengaman terikat ke pemanjat dan
mengulur ke karabiner di puncak tebing dan kembali ke bawah terikat pada
belayer, pada lead climbing tali tidak menjulur ke jangkar pengaman di puncak
tebing melainkan dari belayer langsung ke pemanjat. Pada saat pemanjat mulai
memanjat si belayer mengulurkan tali, kemudian pada interval ketinggian
tertentu (misalnya setiap 3 meter) pemanjat terus memasang alat pengaman, jika
dia jatuh maka belayer akan mengunci tali pengaman dan pemanjat akan
menggantung pada tali yang mengulur keatas ke alat pengaman terakhir yang dia
pasang. Perbedaan dari Sport dan Trad Climbing yaitu dari rute pemanjatan.
Pada Sport climbing rute yang dipanjat
umumya di bolted artinya pada interval ketinggian tertentu ada besi berlubang
(hanger) yang dipasang/ditempel (menggunakan mur dan juga kadang lem) pada
dinding tebing. Pemanjat harus membawa beberapa quickdraws (sepasang karabiner
yang diikat oleh sling/tali nylon kuat).Si pemanjat mengklip satu karabiner di
quickdraw tsb pada bolt yang ada didinding tebing dan kemudian mengklip tali
pengaman pada karabiner yang lain.
Sedangkan pada Trad Climbing, dinding
tebing benar2 bersih dari bolts dan hangers, enggak ada pengaman buatan yang
dipasang pada dinding. Biasanya dilakukan oleh dua orang. Si pemanjat harus
membawa alat pengaman sendiri dan memasangnya pada saat memanjat. Ketika tali
sudah hampir habis pemanjat pertama membuat stasiun belay untuk membelay
pemanjat kedua. Pemanjat kedua yang sebelumnya membelay pemanjat pertama mulai
memanjat tebing dan membersihkan (mengambil kembali) alat pengaman yang
dipasang di dinding tebing oleh pemanjat pertama. Alat pengaman yang digunakan
pada Trad Climbing ini bisa berupa friends/ cams, nuts, tricams, hexagon,
bigbro dll. Peralatan ini mahal dan enggak bisa sedikit, kamu harus memiliki
beberapa set yang terdiri dari berbagai ukuran untuk bisa memanjat rute dengan
aman dan baik. Beberapa set ini kemudian biasa disebut RACK (baca: rak).
Free Solo: yaitu kategori panjat tebing yang dilakukan sendirian
(tanpa partner) pada tebing tinggi tanpa tali pengaman. Alat yang dipakai hanya
sepasang sepatu panjat tebing dengan kantong berisi kapur. Jenis pemanjatan ini
hanya dilakukan oleh profesional yang sudah bergelut lama dengan tebing.
Pemanjat free solo yang bijak biasanya hanya memanjat rute yang sudah ia kenal
dengan baik dan ia panjat berkali2 dengan pengaman. Dia juga udah tau betul
batas kemampuannya dan enggak pernah memanjat rute yang dianggapnya sulit.
Kalaoupun ia mentok ditengah jalan ia berani mundur dengan balik turun ke bawah
dan bukannya nekat nerusin pemanjatan ke puncak tebing. Dua free soloer yang
sangat terkenal yaitu John Bachar (USA) dan Peter Croft (Canada).
Semua tipe pemanjatan diatas masuk kedalam golongan FREE
CLIMBING artinya pada saat pemanjatan, pemanjat hanya menggunakan tangan
dan kaki dan tebing panjat untuk naik keatas mencapai akhir rute panjat. Kamu
enggak boleh menarik tali quickdraws, menginjak bolts, menggantung pada tali
pada saat memanjat. Golongan kedua yaitu AID CLIMBING. Aid artinya alat,
dalam golongan ini enggak peduli bagaimana caranya, dengan berbagai macam alat,
bahkan tangga yang terbuat dari tali tambang, kamu bisa nyampe ke puncak. Yang
termasuk dalam kategori ini yaitu:
Big Wall Climbing: Pemanjatan yang biasanya dilakukan berhari2 dengan
melakukan kemping di tebing panjat. Para pemanjat membawa berbagai peralatan
yang dapat mempermudah akses vertikal. Ini tipe panjat tebing yang paling
banyak memerlukan alat, karena bukan saja alat panjat tetapi juga alat kemping
dll.
Tiga jenis panjat lain yaitu Ice Climbing (memanjat es),
Mixed Climbing (memanjat campuran tebing batu dan es) dan Mountaineering/
Alpine Climbing (memanjat gunung2 tinggi melewati gunung salju, glasier dan
puncak-puncak bukit)
Yang saya belum tau pasti yaitu panjat pinang dan panjat
pohon kelapa masuknya kategori apa????
Setiap pemanjat bisanya memulai karir panjat tebingnya dari
bouldering, kemudian toproping untuk jangka waktu yang cukup sampai dia percaya
diri untuk beranjak ke lead climbing. Ada kesan bahwa pemanjat belum benar2
melakukan panjat tebing kalo levelnya belum nyampe ke Lead Climbing. Benar atao
enggak terserah kamu?
Tehnik Tangan
dan Jari
Beberapa tehnik tangan yang sangat efektif buat manjat. Diambil dari berbagai sumber, hanya yang paling favorit adalah langsung dari sesama pemanjat karena selain lebih jelas dan bisa langsung dipraktekan biasanya tehnik yang didapat dari rekan pemanjat enggak terdapat di buku manapun. Latih lah tehnik2 dibawah ini sesering mungkin untuk menambah jurus-jurus gerak reflek di kamus engram kamu.
genggaman terbuka (open grip)
gaston/ doube gaston
pelukan tangan (hand wrap)
krimp (crimping)
kantong jari (pocket grip)
gantungan satu jari pada kantong (monodoigt)
jepitan jempol (thumb pinch)
tumpukan jempol untuk krimper (thumb stack)
gapaian lurus (straight on >>>reach up)
tangan kembar (matching)
gapaian menyilang (cross through)
gantungan dari bawah (undercling/undercuts)
tarikan samping (side pull)
cubit dan jepit (pinching: thumb/ finger)
kampus/ manjat tanpa kaki (campus)
kuncian siku (lock off)
tempelan/ dorongan telapak tangan (palming/ push down)
jari ditumpuk (stacked finger)
cengkraman cincin (ring grip)
genggaman vertikal (vertical grip)
pegangan dengan kuku (fingernail cling)
pelukan lengan (forearm wrap)
pelukan jempol (thumb wrap)
pelukan pergelangan tangan (wrist wrap)
pelukan jari kelingking (pinky wrap)
pertukaran/ gantian tangan (switching hands)
jari merayap (finger switch)
Beberapa tehnik tangan yang sangat efektif buat manjat. Diambil dari berbagai sumber, hanya yang paling favorit adalah langsung dari sesama pemanjat karena selain lebih jelas dan bisa langsung dipraktekan biasanya tehnik yang didapat dari rekan pemanjat enggak terdapat di buku manapun. Latih lah tehnik2 dibawah ini sesering mungkin untuk menambah jurus-jurus gerak reflek di kamus engram kamu.
genggaman terbuka (open grip)
gaston/ doube gaston
pelukan tangan (hand wrap)
krimp (crimping)
kantong jari (pocket grip)
gantungan satu jari pada kantong (monodoigt)
jepitan jempol (thumb pinch)
tumpukan jempol untuk krimper (thumb stack)
gapaian lurus (straight on >>>reach up)
tangan kembar (matching)
gapaian menyilang (cross through)
gantungan dari bawah (undercling/undercuts)
tarikan samping (side pull)
cubit dan jepit (pinching: thumb/ finger)
kampus/ manjat tanpa kaki (campus)
kuncian siku (lock off)
tempelan/ dorongan telapak tangan (palming/ push down)
jari ditumpuk (stacked finger)
cengkraman cincin (ring grip)
genggaman vertikal (vertical grip)
pegangan dengan kuku (fingernail cling)
pelukan lengan (forearm wrap)
pelukan jempol (thumb wrap)
pelukan pergelangan tangan (wrist wrap)
pelukan jari kelingking (pinky wrap)
pertukaran/ gantian tangan (switching hands)
jari merayap (finger switch)
sloper
----------
kuncian pasak (jamming) dan (camming)
kuncian tangan (hand jams)
kuncian kepalan tangan (fist jams)
palang tangan (arm bar)
sayap ayam (chicken wing)
tumpukan jari (finger stack)
tumpukan tangan (hand stack)
kuncian kupu-kupu (butterfly jams)
Gerak, Gaya dan Tehnik memanjat
Bagi pemula yang belum
pernah manjat tebing/ dinding sama sekali, akan terasa sangat canggung saat
pertama kali manjat. Semua ini normal dan secara psikologis biasa-biasa saja.
Saat inilah kamu berpikir tentang apa aja yang diperlukan untuk manjat seperti
gimana menggapai satu pegangan, gimana mindahin pijakan kaki, gimana
mentransfer berat badan tanpa terayun jatuh dll. Semua pemanjat mengalami hal
ini. Seperti halnya ingatan, otot-otot kita juga perlu dilatih untuk mengingat
gerakan-gerakan yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu. Contohnya
saat belajar naik sepeda atau berenang, setelah tubuh hapal akan gerakan
tersebut akan sangat mudah kita melakukannya lagi dilain kesempatan. Kemampuan
mengingat akan gerak ini disebut engram. Kalo waktu belajar kamu melakukan
gerakan yang salah dalam mengeksekusi tehnik tertentu maka untuk kedepannya
akan lebih susah lagi untuk memperbaiki tehnik itu karena hapalan gerak yang salah
harus di hapus dari otak kita dan kita harus mulai dari awal lagi untuk melatih
tehnik tsb dengan benar. Itulah alasan kenapa latihan tehnik yang benar perlu
dilakukan sedini mungkin.
Kenapa kita harus
belajar tehnik? Soalnya untuk melatih kekuatan perlu waktu yang lama.
Sebagian pemanjat punya anggapan bahwa "Tehnik cuma untuk orang yang
lemah". Mereka adalah pemanjat-pemanjat yang latihan siang dan malam untuk
meningkatkan kekuatan mereka khususnya otot tangan dan jari-jarinya biar hebat
seperti baja dan bisa pull-up satu tangan atau bahkan satu jari. Kalo kita udah
sering berlatih tehnik dan manjat secara teratur tanpa disadari kekuatan jari,
tangan, otot perut dan daya tahan akan sangat meningkat. Kombinasi dari tehnik
yang manjur dan kekuatan yang lumayan bakal bikin pemanjatan keliatan indah,
mudah dan membuat penonton kagum. Tehnik dulu, kekuatan bakal nyusul dengan
sendirinya.
Karena kita pemanjat pemula dan enggak bisa
dibandingin dengan Chris Sharma atau Dave Graham, latihan tehnik sudah harus
menjadi fokus kita untuk menjadi pemanjat yang lebih baik. Kelenturan tubuh
menunjang sekali penguasaan tehnik. Kamu enggak perlu lentur banget kayak
tukang akrobat dari China, asalkan tubuh kamu enggak kaku banget kamu bakal
bisa belajar tehnik dengan memuaskan. Supaya tubuh enggak kaku, lakukan
pemanasan dan kemudian kelenturan/ stretching. Kalo saya pribadi biasanya
langsung melakukan pemanjatan traverse/ menyamping dengan tingkat kesulitan
yang super mudah untuk pemanasan, sebelum dilanjutkan dengan rute panjang dan
melelahkan.
Tehnik Dasar yang Umum
Tehnik Dasar yang Umum
1. Pertahankan 3 titik kontak. 2 tangan dan 2 kaki total semuanya jadi 4 kontak. Waktu kamu manjat usahakan 1 kontak mencari pegangan atau pijakan dan 3 lainnya tetap menempel pada tebing. Dengan cara ini kamu enggak bakal cepet cape.
2. Usahakan tangan selalu lurus ( jangan membengkokan siku). Waktu meraih pegangan tangan setinggi apapun segera jatuhkan badan kamu dengan menekuk kedua lutut dan meluruskan tangan. Kalo kamu terus2an membengkokan siku waktu manjat dan mencengkram dengan keras dijamin tangan kamu cepet lemes. Dengan tangan lurus sebagian beban tubuh ditunjang oleh otot bahu dan dada jadinya lebih enteng.
3. Manjat dengan kaki dan bukan tangan. Karena kaki lebih kuat maka sering2lah mendorong vertikal dengan kaki kamu bukannya menarik vertikal dengan tangan kamu.
Dalam penguasaan tehnik kita juga harus familiar
dengan medan tempur. Jenis bebatuan tebing akan sangat menentukan tehnik apa
yang kita perlukan agar bisa manjat kepuncak dengan mulus. Tebing dan
bebatuanlah yang bakal mendikte kita dan memaksa kita untuk begini dan begitu.
Proses inilah yang membuat pemanjat tebing dan seorang pelaku boulder (pemanjat
batuan besar) bersahabat dengan alam. Makanya selain kita harus tau nama dari tehnik
itu sendiri kita juga harus mengenal nama dari bentuk pegangan/ pijakan yang
bakalan dipake.
Beberapa jenis pegangan tangan/ bentuk muka
tebing
2 Jenis Pegangan yaitu pegangan tangan (handholds) dan pegangan jari (fingerholds).
2 Jenis Pegangan yaitu pegangan tangan (handholds) dan pegangan jari (fingerholds).
Kendi atau Ember (Jug/ bucket): Ada yang menyebutnya Thank-God hold (Pegangan
yang diberkahi Tuhan) yaitu bagian batuan yang menonjol dan pas banget buat
gantungan telapak tangan yang dibengkokan seperti pengkait. Pegangan bentuk
ini adalah idaman para pemanjat khususnya para pemula karena enggak bikin
cape.. Yap, betul sekali! kalo udah dapet pegangan ini kamu bisa istirahat
sambil minum kopi dan ngerokok.
|
|
Kendi atau Ember
|
|
|
Krimper (Crimper): Tonjolan horisontal tipis dimuka tebing yang
hanya pas untuk penempatan ujung tepi jari. Tipe pegangan ini menjadi dambaan
sebagian pemanjat yang udah latihan bertaun-taun dan selalu berusaha untuk
"push their limit"/ mempraktekan kemampuan terbaiknya. Pegangan
jenis ini kurang bersahabat dengan anatomy jari pemanjat baru. Kalo terlalu
sering bisa bikin tendonitis (inflamasi/bengkak tendon) di jari. Luka tendon
jari bisa sakit buanget dan menetap sampe 2 bulan lebih. Hati-hati latihan
dengan pegangan yang satu ini.
|
Krimper
|
|
Tepi (Edge): Hampir sama dengan krimper cuma permukaannya lebih luas jadinya lebih gampang untuk dipake ngegantung.
Kantong (Pocket): Lubang-lubang di permukaan tebing. Kalo permukaan tebing banyak lobang-lobangnya dari berbagai macam ukuran pasti seru untuk dipanjat.
|
|
|
Tepi
|
|
Kantong
|
Sloper (Sloper): Satu jenis
pegangan yang ditakuti dan sangat menantang yaitu permukaan pegangan tangan
yang menonjol halus seperti kurva atau bukit tanpa ada fitur lainnya. Fitur
(feature) yaitu lekukan atau benjolan kecil yang ada dimuka tebing.
Jepitan (Pinch): Tonjolan, bisa besar atau kecil, dalam posisi vertikal. Kamu harus menjepitnya dengan jempol dan jari lainnya. Pegangan jepit ini perlu kekuatan jari/ tangan yang bagus.
Jepitan (Pinch): Tonjolan, bisa besar atau kecil, dalam posisi vertikal. Kamu harus menjepitnya dengan jempol dan jari lainnya. Pegangan jepit ini perlu kekuatan jari/ tangan yang bagus.
|
|
|
Sloper
|
|
Jepit atau Cubit
|
Rekahan (Crack): Nama yang menjelaskan dengan sendirinya. Rekahan yaitu belahan di permukaan tebing yang membentang mendatar ataupun vertikal.
Pembahasan tehnik ini yang khusus untuk face
climbing terbagi menjadi tiga bagian:
1. Tehnik Tangan dan Jari
2. Tehnik Kaki
3. Tehnik Tubuh (bisa kombinasi dari tangan, kaki, dan badan)
1. Tehnik Tangan dan Jari
2. Tehnik Kaki
3. Tehnik Tubuh (bisa kombinasi dari tangan, kaki, dan badan)
|
|
Tali Kernmantel (Kernmantle)
Tali kernmantel yang dibuat pertama kali oleh EDELRID pada tahun 1951 yaitu tali khusus yang dipakai tukang panjat dan tukang turun tebing. Tali ini, seperti namanya, terdiri dari dua bagian ; KERN (bahasa jerman yang artinya INTI) dan MANTLE (bahasa inggris kuno yang artinya SELUBUNG/LAPISAN LUAR).Bahan yang digunakan untuk membuat kernmantel biasannya : Nylon-6,6, Aramid,Polypropylene,HMPE.Dimana masing masing bahan membunyai sifat yang berbeda beda. Bagian inti memberikan kekuatan sekitar 70% dan bagian selubungnya yang juga tahan terhadap gesekan memberikan kekuatan sekitar 30%. Tali ini ter-amat sangat kuat yang bakal menjamin kamu tetap tergantung saat terjatuh, asalkan si pembelay dan sistemnya baik. Untuk memilih dan membeli tali kernmantel untuk manjat gunakan 3 aturan wajib berikut:
- Beli tali baru dan jangan pernah beli yang bekas meskipun dari teman dekat atau sodara sendiri. Ini masalah hidup atau mati bro!
- Gunakan tali kernmantel yang dinamik dan bukan yang statik. Tali panjat memanjat harus dinamik artinya tali tsb lentur dan meregang/ melar (stretch). Tali ini harus melar tujuannya untuk menahan impak pada tali tsb saat kamu jatuh. Kalo talinya enggak melar maka selain mudah putus tali itu juga bisa bikin tulang-tulangmu patah karena tubuhmu harus menempa hentakan keras. Tali statik hanya digunakan untuk turun tebing (rapeling) atau mengangkut peralatan dan suplai (hauling) pada aid climbing.
- Pastikan ukuran tali bakal kompatibel dengan belay device yang bakal kamu pake. Contoh Grigri memerlukan tali yang ukuran diameter terkecil 10 mm. .Kalo kamu pake tali kernmantel lebih kecil dari ukuran tsb maka grigri enggak bakalan berfungsi saat kamu
- HINDARI TALI TERKENA AIR KENCING,OLI,MINYAK, ASAM, RACUN SERANGGA, TERPAPAR SINAR MATAHARI DALAM WAKTU LAMA HAL INI BISA MENYEBABKAN KERUSAKAN TALI,YANG MEMBAHAYAKAN NYAWA
TOPROPE dan
serbaguna: Gunakan tali
tunggal ukuran diameter 11 mm
SPORT CLIMBING: Gunakan tali tunggal ukuran diameter 9.1 mm - 10.2 mm mencoba menghentikan pemanjat yang jatuh, dan kau bakal tau lah akibatnya.
SPORT CLIMBING: Gunakan tali tunggal ukuran diameter 9.1 mm - 10.2 mm mencoba menghentikan pemanjat yang jatuh, dan kau bakal tau lah akibatnya.
|
|
|
Untuk lebih lengkapnya dalam memilih tali kernmantel kamu bisa memperhatikan juga detail berikut:
TIPE: Jumlah dan cara pemakaian tertentu. Ada 3 tipe
yang dikenal dan untuk mengetahui tipe tali kamu tinggal melihat diujung tali
dan akan terdapat simbol seperti dibawah ini:
·
SINGLE artinya tunggal yaitu tali yang cukup satu saja untuk digunakan
memanjat.
·
DOUBLE artinya dobel atau dua tali. Tali dobel ini harus digunakan
bersamaan dan masing-masing tali harus di klip ke dalam kuikdraw yang berbeda.
·
TWIN artinya kembar, dua tali yang sama persis seperti pada tali dobel
hanya saja pada saat mengklip serupa dengan penggunaan pada tali tunggal. kedua
tali tsb di klip ke dalam satu kuikdraw/ karabiner
saja. Anggap kedua tali kembar itu sebagai tali tunggal saat mengklip.
DRY (kering) atau NON DRY (tidak
kering). Nama lain untuk NON DRY yaitu STANDARD. Kebanyakan pemanjat sangat
peduli akan kering atau enggaknya sebuah kernmantel. Kernmantel dry yaitu tali
yang diberi perawatan zat anti air yang membuat tali tsb enggak gampang
menyerap air. Tali yang menyerap air / non dry bakal lebih berat saat basah dan
kekuatannya melemah. Untuk yang manjat alpine dan gunung bersalju tentu saja
kernmantelnya harus yang dry kalo enggak talinya bakal basah dan beku jadi
susah dikendalikan.. Lalu gimana dengan pemanjat di tanah air, apa perlu yang
dry juga? Mengingat kondisi tropis yang lembab, lebih baik untuk memilih tali
yang dry karena tali jenis dry bisa lebih tahan lama. Satu catatan yaitu
perawatan zat anti air ini enggak permanen, kalo talinya udah sering dipake
lama-kelamaan enggak bakalan DRY lagi dan harus dikasih perawatan baru
(treatment).
PANJANG. Panjangnya tali disesuaikan dengan tingginya
rute pemanjatan. Ukuran yang standar yaitu 50m, 60m dan ada juga yang 75m, 80m
khususnya untuk Big Wall Climbing. Semakin panjang semakin berat pula dan susah
dikelola. Panjang 60m paling banyak diminati para pemanjat. Saya mengenal
seseorang yang pernah manjat rute baru (belum dikenal) yang dia temukan.
Setelah sampe dipuncak dan sipembelay-nya menurunkannya, tiba-tiba tali ujung
tali kernmantelnya meloncat keluar dari alat belay dan temanku itu jatuh dari
ketinggian 15 meter. Untung dia enggak tewas dan hanya meremukan salah satu
kakinya. Dari kejadian ini kita bisa tau betapa panjang tali bisa berpengaruh
terhadap keselamatan. Tentu saja kamu juga jangan lupa untuk selalu mengikat
simpul pengunci pada ujung kernmantel dan pelajari/ cari info tentang satu rute
yang mau kamu panjat. Setelah sembuh dari kecelakaan, dia sampai sekarang masih
manjat dengan hebat, seorang pemanjat 5.13 yang punya sponsor. Dia bernama
Brian.
Daya Impak (Impact force)
Persentasi Selubung (sheath percentage)
Daya Regang Selubung (sheath slippage)
Kekebalan terhadap permukaan tajam (sharp edge resistance)
Elongasi Satatis (static elongation)
Elongasi Dinamis (dynamic elongation)
Penggunaan Simpul (knotability/ knot usability)
Perawatan Tali Kernmantel
-Cara mengecek
-Jangan meminjamkan tali kecuali orang/ temen tsb punya saham kepemilikan.
-Uncoiling
-Memotong bagian yang perlu
-Perlindungan terhadap tepi tajam
-Menghindari dan memperbaiki tali melintir; menggebuk tali seperti pecut sehingga membuat gelombang
-MENCUCINYA HARUS MENGUNAKAN AIR HANGAT DAN PENGERINGANNYA TIDAK BOLEH DI JEMUR DI BAWAH SINAR MATAHARI,DIANGIN-ANGINKAN SAJA,CUCILAH SEGERA BILA KOTOR BANGET, GA USAH NUNGGU MPE BERHARI-HARI NTAR SULIT DI BERSIHIN
-Penyimpanan
-Umur dan seringnya pemakaian
-Evaluasi dan pengecekan
Penggunaan Kernmantel
Pe tama-tama harus di flake out yang menjamin lancarnya penguluran tali.
Heaving
Cara menggulung tali untuk penyimpanan:
gulungan pemanjat (climbers coil)
gulungan kupu-kupu (butterfly's coil)
skein coil-hand and elbow
anyaman rantai (chain stitch)
cordolette rack:diplintir dan masukan dua loonya ke biner
Kapan Tali harus diganti dengan yang baru?
Kalo kamu seorang milyuner belilah tali baru setiap enam bulan sekali.
Penggantian tali tiap 2 tahun sekali adalah sangat ideal.
Kalo kamu kere (baca: hidup pas-pasan) dan manjatnya seminggu sekali doang beli tali baru setelah empat taun. Asalkan dirawat dengan baik dan sering diperiksa.
Seorang pensiunan pemanjat pernah bilang kernmantel yang keliatan baru 90%, mulus dan bersih buanget tapi umurnya udah lebih dari 7 taun. Apakah aku pake manjat??? Enggak lah yau, pokoknya inget aja kalo masalah tali itu masalah hidup atao mati, TITIK.
HARNEST
Harnes adalah alat sabuk pengaman yang diikatkan dipinggang dengan dua ikatan lainnya untuk bagian paha. Harnes digunakan sebagai penghubung yang kuat antara pemanjat dengan pembelay memalui tali kernmantel. Ada 3 macam harnes:
Harnes adalah alat sabuk pengaman yang diikatkan dipinggang dengan dua ikatan lainnya untuk bagian paha. Harnes digunakan sebagai penghubung yang kuat antara pemanjat dengan pembelay memalui tali kernmantel. Ada 3 macam harnes:
Harnes Duduk (Seat Harness)
Harnes standar yang paling umum digunakan oleh pemanjat tebing, selain simple dan nyaman harnes ini menyalurkan hentakan pada bagian tubuh yang kuat yaitu paha kaki pada saat kita terjatuh atau menggantung pada harnes.
Bagian-bagian Harnes
Sabuk Pinggang (Waist belt)
Pengikat Paha (Leg loop)
Tali melingkar untuk belay (Belay loop)
Tali melingkar untuk menggantung peralatan (Gear loop)
Pengunci logam (Buckles)
Cara mengikat harnes (tie-in)
Cara yang benar untuk mengikat tali kernmantel ke harnes yaitu dengan memasukan tali kedalam dua loop (baca: lup). Loop pertama berada dibagian tengah antara kedua paha dan loop kedua berada tepat dibagian sabuk pinggang didepan pusar.
Meskipun ada pemanjat yang mengikatkan tali kermantel ke belay loop cara ini enggak dianggap benar dan aman.
Harnes Dada (Chest Harness)
Umumnya digunakan pada situasi rescue atau pertolongan pertama dimana harnes dada dipakai oleh orang yang mendapatkan kecelakaan. Tujuan pemakaian harnes dada yaitu agar supaya si pemakai tetap berada dalam posisi tegak. Harnes dada enggak bisa dipakai sendirian dan biasanya dikombinasi dengan penggunaan harnes duduk. Penggunaan harnes dada enggak disarankan untuk panjat-memanjat khususnya sport karena dapat mengakibatkan hentakan keras di dada pada saat si pemanjat jatuh. Hentakan keras didada bukan hanya berbahaya pada organ di tubuh tetapi juga bisa bikin sulit bernafas.
Harnes standar yang paling umum digunakan oleh pemanjat tebing, selain simple dan nyaman harnes ini menyalurkan hentakan pada bagian tubuh yang kuat yaitu paha kaki pada saat kita terjatuh atau menggantung pada harnes.
Bagian-bagian Harnes
Sabuk Pinggang (Waist belt)
Pengikat Paha (Leg loop)
Tali melingkar untuk belay (Belay loop)
Tali melingkar untuk menggantung peralatan (Gear loop)
Pengunci logam (Buckles)
Cara mengikat harnes (tie-in)
Cara yang benar untuk mengikat tali kernmantel ke harnes yaitu dengan memasukan tali kedalam dua loop (baca: lup). Loop pertama berada dibagian tengah antara kedua paha dan loop kedua berada tepat dibagian sabuk pinggang didepan pusar.
Meskipun ada pemanjat yang mengikatkan tali kermantel ke belay loop cara ini enggak dianggap benar dan aman.
Harnes Dada (Chest Harness)
Umumnya digunakan pada situasi rescue atau pertolongan pertama dimana harnes dada dipakai oleh orang yang mendapatkan kecelakaan. Tujuan pemakaian harnes dada yaitu agar supaya si pemakai tetap berada dalam posisi tegak. Harnes dada enggak bisa dipakai sendirian dan biasanya dikombinasi dengan penggunaan harnes duduk. Penggunaan harnes dada enggak disarankan untuk panjat-memanjat khususnya sport karena dapat mengakibatkan hentakan keras di dada pada saat si pemanjat jatuh. Hentakan keras didada bukan hanya berbahaya pada organ di tubuh tetapi juga bisa bikin sulit bernafas.
Harnes Badan (Body Harness)
Harnes yang mengikat seluruh bagian tubuh yang membuat pemakainya terhindar dari kemungkinan jungkir balik saat terjatuh. Anak kecil yang mau manjat biasanya juga pake harnes jenis ini karena tulang pinggang mereka yang belum tumbuh dan menonjol dikhawatirkan saat mengenakan harnes duduk bisa mudah terlepas dari pinggangnya. harnes badan ini bisa dibilang gabungan dari harnes duduk dan harnes dada menjadi satu.
Memilih Harnes
Untuk harnes duduk tinggal cari yang murah meriah tapi tetep lulus standar UIAA. Cari yang pas dan enak dipakai terutama kalo mau dipake untuk pemanjatan rute panjang.
Merawat harnes
Rawatlah harnes layaknya kamu merawat tali kernmantel. Usahakan tetap bersih dan hindari kontak dengan zat kimia seperti minyak. Seat harnes bisa bertahan sampe 3 tahun lebih dan kalo hanya untuk toprope bisa lebih lama karena enggak dipake jatuh tinggi terus2an.
Harnes yang mengikat seluruh bagian tubuh yang membuat pemakainya terhindar dari kemungkinan jungkir balik saat terjatuh. Anak kecil yang mau manjat biasanya juga pake harnes jenis ini karena tulang pinggang mereka yang belum tumbuh dan menonjol dikhawatirkan saat mengenakan harnes duduk bisa mudah terlepas dari pinggangnya. harnes badan ini bisa dibilang gabungan dari harnes duduk dan harnes dada menjadi satu.
Memilih Harnes
Untuk harnes duduk tinggal cari yang murah meriah tapi tetep lulus standar UIAA. Cari yang pas dan enak dipakai terutama kalo mau dipake untuk pemanjatan rute panjang.
Merawat harnes
Rawatlah harnes layaknya kamu merawat tali kernmantel. Usahakan tetap bersih dan hindari kontak dengan zat kimia seperti minyak. Seat harnes bisa bertahan sampe 3 tahun lebih dan kalo hanya untuk toprope bisa lebih lama karena enggak dipake jatuh tinggi terus2an.
Alat belay dan
Rapel
Belaying merupakan satu bagian paling penting
dari panjat memanjat dimana tanggung jawab seorang pembelay adalah
menjamin keselamatan si pemanjat dari resiko jatuh. Apapun alat yang kamu pilih
untuk belaying pastikan kamu tahu dan percaya diri akan penggunaan alat
tersebut karena ini adalah masalah serius dude!
Berbagai alat untuk belay diperkenalkan dan akan
terus dikembangkan seiring perkembangan olah raga Panjat Tebing demi kenyamanan
dan jaminan keselamatan para pemanjat. Sikap dan pengetahuan si pembelay lebih
penting ketimbang alat belay secanggih apapun.
Alat belay dari sudut pandang kepraktisan dalam
menghentikan jatuhnya pemanjat terbagi dalam dua jenis yaitu manual
dan otomatis.
Manual/ Reguler/ Pasif: Yaitu alat belay yang digunakan untuk menghentikan jatuhnya pemanjat dengan menarik dan menekan tali tambang pada posisi tertentu sehingga terjadi friksi atau tekanan jepit yang mengakibatkan mengeremnya tambang yang terulur.
Manual/ Reguler/ Pasif: Yaitu alat belay yang digunakan untuk menghentikan jatuhnya pemanjat dengan menarik dan menekan tali tambang pada posisi tertentu sehingga terjadi friksi atau tekanan jepit yang mengakibatkan mengeremnya tambang yang terulur.
Badan Kamu (Body
Belay)
|
|
Alat belay yang
paling pertama dan paling sederhana diperkenalkan yaitu tanpa alat sama
sekali. Hanya dengan menggunakan kekuatan bagian tubuh, kontrol tangan dan
pijakan kaki yang kukuh seseorang sudah dapat membelay. Zaman dahulu kala
setiap pemanjat harus di training menahan jatuhnya beban berat dari
ketinggian tertentu sebelum dia bisa memulai membelay. Training in sangat
berat dan sulit bagi kebanyakan orang sehingga banyak orang yang berminat
menjadi pemanjat harus mundur gara-gara enggak lulus metode belay ini.
|
|
Syukurlah cara ini
udah enggak dipraktekkan lagi meskipun alangkah baiknya bagi para pemanjat
mengetahui teori sistem body belay ini yang mungkin pada saat emergensi bisa
dipraktekan.
|
HMS Karabiner
dengan Munter Hitch
|
||
Salah satu alternatif
lain yang dapat diterapkan pada kondisi emergensi yaitu dengan menggunakan
HMS Karabiner dan simpul Munter hitch. HMS Karabiner yaitu jenis karabiner
seperti terlihat digambar, berbentuk seperti buah PIR (terbalik). HMS
karabiner ini lebih disukai yang berukuran besar. Jangan menggantikan
karabiner ini dengan jenis karabiner lain karena enggak akan berfungsi
sebagaimana mestinya (baca: berbahaya). Kelemahan metode ini yaitu memerlukan
tenaga yang kuat untuk menghentikan uluran tali dan bakalan bikin tali
melintir sehingga sukar untuk dikendalikan.
|
|
|
Jangan lupa mengunci
karabinernya dan harus sering latihan sebelum ngebelay pemanjat beneran.
Hati-hati!
|
Figure Eight
|
|
|
Perlu diperhatikan untuk alat yang satu ini bahwa
kebanyakan alat ini dibuat dan dikhususkan untuk rapel. Sedangkan untuk belay
penggunaan teknisnya berbeda dengan saat penggunaan untuk rapel. Masih ada
pemanjat-pemanjat yang menggunakan setup rapel dengan figur eight untuk belay
yang biasa disebut sport belay.
|
|
|
Sport belay ini sangat berbahaya karena enggak akan
menghasilkan friksi yang cukup kuat yang dibutuhkan untuk menghentikan uluran
tali pada saat pemanjat jatuh.
|
||
|
|
|
Tubular
|
|
|
|
|
Alat belay yang paling populer. Meskipun banyak desain
dan nama yang bermacam-macam alat belay tubular pada dasarnya sama saja dalam
metode pemakaiannya. Alat ini menjadi pilihan kebanyakan pemanjat karena
harganya yang terjangkau, ringan, mudah dipelajari dan digunakan.
|
Bisa digunakan untuk satu tambang ataupun dobel dari berbagai ukuran diameter dan enggak bikin tali tambang melintir. Selain itu juga sangat efektif buat belay dan juga rapel. Pokoknya praktis! |
||
|
|
|
Otomatis/Auto Locking: Yaitu alat belay yang akan terkunci dengan
sendirinya pada saat pemanjat jatuh atau saat tali tambang terbebani. Fungsi
alat ini serupa dengan sabuk pengaman yang biasa kita pakai saat berkendaraan
dimana jika terjadi hentakan keras sabuk tersebut akan menahan dan menghentikan
hentakan badan kita yang meloncat. Alat ini lebih mahal tapi sangat disarankan
untuk digunakan oleh para pemula yang sudah mendapatkan pelatihan cara
menggunakannya. Meskipun disebut alat belay pengunci otomatis semua alat ini
bisa gagal dan enggak berfungsi. Kamu harus tetep menggunakannya dengan
perhatian penuh. Karena alat ini dianggap tingkat tinggi maka sebagian orang
bilang bukan untuk digunakan oleh pemula.
Petzl Grigri
Siapa sih yang enggak tau Grigri? Pasti bukan pemanjat. Alat
belay otomatis yang menjadi standar di seluruh dunia. Alat belay Grigri
dianggap termasuk dalam alat kategori advanced meskipun pada kenyataannya
penggunaan grigri lebih praktis ketimbang alat belay tubular. Ingat ukuran
kernmantel harus 10-11 mm. Kalo kamu beli grigri kamu juga harus beli tube
atau figure eight soalnya grigri enggak bisa dipake rappell untuk dua tali
kernmantel sekaligus.
|
|
|
|
|
Kantong Kapur dan
Bubuk Magnesium Carbonate (MgCO3)
Bubuk Magnesium Carbonate (MgCO3)
Penggunaan kapur pada panjat memanjat diperkenalkan
pertama kali oleh John Gill, pelopor bouldering di USA, yang juga seorang
pesenam/ gymnast yang sudah biasa memakai kapur pada saat latihan dan training.
Satu alat yang terjangkau dan menjadi keharusan bagi kebanyakan pemanjat.
Apalagi mengingat cuaca ditanah air yang panas dan berkelembaban tinggi
mengakibatkan keringat tak henti-hentinya mengucur disekujur tubuh. Penggunaan
kapur bisa sangat membantu membuat telapak tangan tetap kering sehingga
cengkraman dan genggaman lebih menggigit. Kapur ini akan sangat diperlukan
sewaktu kamu bertempur dengan problem sloper (bundar menonjol dan lembut)
dimana kelengketan seluruh bagian telapak tangan sangatlah diperlukan.
Biasa dipakai di pinggang bagian belakang, ada juga pemanjat yang memberikan tips untuk mengenakan dua kantong kapur untuk saat-saat tertentu.
Biasa dipakai di pinggang bagian belakang, ada juga pemanjat yang memberikan tips untuk mengenakan dua kantong kapur untuk saat-saat tertentu.
Perintah dan Signal Memanjat
Agar pemanjatan
berjalan dengan lancar dan selamat, komunikasi yang jelas antara si pemanjat
dan si pembelay sangat diperlukan. Untuk itulah setiap pemanjat perlu mengetahui
perintah dan signal memanjat yang sudah baku dan umum digunakan secara
internasional. Perintah ini diucapkan atau diteriakkan dalam bahasa Inggris.
Karena komunikasi ini
teramat sangat PENTING untuk dimengerti dan disepakati antar sesama pemanjat,
saya masih belum tau dan bertanya-tanya, apakah sudah ada terjemahan bahasa
Indonesia yang umum dan standar. Pentingnya penerjemahan ini disebabkan
pemanjat yang harus selalu siap meneriakkan perintah dan pembelay yang siap
merespon tanpa harus berpikir dua kali (menterjemahkannya dalam bahasa yang
langsung dimengerti).
Barangkali ini cuma
pengandaian konyol tapi cukup masuk diakal. Bayangkan saja pemanjat yang
berteriak "ROCK!" dan pembelay baru yang berusaha menerjemahkannya
kedalam bahasa sehari hari, bisa jadi yang masuk kedalam otaknya yaitu celana
ROK yang biasa dipake oleh kaum cewek atau juga musik Rock. Kalo lambat dalam
penerjemahan dan enggak cepat merespon pembelay bisa jadi udah tertimpa
bebatuan yang jatuh.
Dalam dunia panjat
tebing teriakan "ROCK!" oleh pemanjat artinya sesuatu jatuh dari atas
tebing. Rock artinya batu, tapi dalam prakteknya teriakan ini berarti apa aja
yang jatuh dari atas dan dapat mencelakai/ melukai orang yang ada dibawah
tebing, apakah itu si pembelay atau orang yang berada disekitar. Sesuatu yang
jatuh itu bisa batu, kerikil, karabiner, alat proteksi atau benda lainnya. Pada
saat mendengar teiakan ini, pembelay (dan siapa saja yang berada didasar
tebing) diharapkan untuk mencari perlindungan untuk keselamatan tanpa membahayakan
si pemanjat.
PERSIAPAN
Setelah pemanjat mengikatkan tali ke harnesnya dengan simpul figure eight dan simpul pengunci dan pembelay memasang tali, alat belay keharnesnya lakukan pengecekan balik: Pemanjat mengecek si pembelay dan sebaliknya. Setelah itu lakukan pengecekan ulang! Kalo semua sistem udah yakin betul dipasang dengan benar dan pemanjatan akan segera dilakukan si pemanjat mengucapkan On belay! kepada si pembelay. Kemudian si Pembelay yang sudah siap dengan tali dan alat belaynya yang terpasang ke harnes menjawabnya dengan ucapan Belay on! Kata belay on ini bisa diartikan "saya siap untuk menyetop kalo kamu jatoh!" Selanjutnya pemanjat bilang Climbing! dan dijawab dengan Climb on!
Setelah pemanjat mengikatkan tali ke harnesnya dengan simpul figure eight dan simpul pengunci dan pembelay memasang tali, alat belay keharnesnya lakukan pengecekan balik: Pemanjat mengecek si pembelay dan sebaliknya. Setelah itu lakukan pengecekan ulang! Kalo semua sistem udah yakin betul dipasang dengan benar dan pemanjatan akan segera dilakukan si pemanjat mengucapkan On belay! kepada si pembelay. Kemudian si Pembelay yang sudah siap dengan tali dan alat belaynya yang terpasang ke harnes menjawabnya dengan ucapan Belay on! Kata belay on ini bisa diartikan "saya siap untuk menyetop kalo kamu jatoh!" Selanjutnya pemanjat bilang Climbing! dan dijawab dengan Climb on!
|
Pemanjat
|
|
Arti
|
|
Pembelay
|
|
Arti
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
On belay!
|
|
Udah siap?
|
|
Belay on!
|
|
Belay siap!
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Climbing!
|
|
Manjat sekarang!
|
|
Climb on!
|
|
Silahkan!
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Slack!
|
|
Ulur tali!
|
|
Pembelay mengulurkan
tali secukupnya.
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Clipping!
|
|
Mau klip sekarang
|
|
Pembelay mengulurkan
tali secukupnya.
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Watch me!
|
|
Liat aku!/ Liat
kesini! (Pemanjat dalam posisi sulit dan bakalan jatuh)
|
|
Pembelay bersiap
sedia untuk mengunci tali yang bakal terulur saat pemanjat jatoh
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Take! atau
Tension! |
|
Kencangkan talinya!
(jangan ada yang terulur)
|
|
Pembelay menarik tali
yang terulur sampe tali lurus dan tegang
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Falling!
|
|
Jatoh!
|
|
Pembelay menyetop
jatuhnya pemanjat dengan kuncian alat belaynya.
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Off belay!
|
|
Tolong lepas
belay-nya!
|
|
Belay off!
|
|
Belay udah dilepas!
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lower me!
|
|
Turunin aku sekarang!
|
|
Lowering!
|
|
Mulai turun!
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Taking in!
|
|
Talinya mau ditarik
sekarang!
|
|
That's me!
|
|
Itu aku (yang kamu
tarik)!
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Di area pemanjatan yang
populer dan banyak dikunjungi, sangat disarankan untuk saling meneriakan nama
sipemanjat atau si pembelay. Tujuannya supaya enggak salah tangkap perintah
dari pemanjat atau pembelay lain yang manjat bersebelahan dengan kita.
Beberapa kecelakaan dalam panjat tebing terjadi disebabkan
miskomunikasi antara pemanjat dan pembelay. Sebagai contoh ada seorang pemanjat
yang sedang timbal balik komunikasi dengan pembelaynya dan satu saat si
pemanjat mengatakan " OKAY!" yang artinya "Baiklah, kalo
begitu". Celakanya si pembelay salah mendengar dan diartikan "OFF
BELAY!" (Lepaskan saya dari belay!). Tanpa konfirmasi ulang sipembelay
melepas tali kermantel dan alat belay-nya. Kemudian "AAAAHHHHHHHH!"
teriakan si pemanjat yang melayang jatuh dari puncak tebing.
Dari kisah nyata diatas kamu bisa menyimpulkan
apalah artinya kenikmatan panjat pemanjat tanpa komunikasi yang jelas dan rasa
percaya antara pemanjat dan pembelay. Teriakan "OKAY!" (baca: okey)
terdengar mirip dengan "OFF BELAY!" (baca: of biley). Makanya lakukan
pengulangan dan konfirmasi kalo kamu enggak jelas dan kurang pasti akan apa
yang diucapkan oleh si pemanjat atau si pembelay
|
|
Simpul Pengikat Harnes
Ada 2 simpul yang paling populer untuk mengikat tali
ke harness.
1. Simpul Figure Eight (Bentuk Angka Delapan)
Semua pemanjat tebing harus tau simpul ini dan barangkali hampir 90% pemanjat tebing didunia menggunakan simpul ini pada saat mereka memanjat. Kalo kamu manjat dengan pemanjat yang enggak tau simpul ini, perlu dipertanyakan kamampuan pemanjat tsb (jangan manjat ama dia!).
Kelebihan:
- Simpul ini mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dicek
- Simpul ini memiliki kekuatan 75-80 %. Jadi simpul Figure Eight ini lebih kuat dibandingkan simpul Bowline.
Kelemahan:
Kalo kamu sering jatuh dan menggantung pada simpul ini, setelah pemanjatan selesai maka simpul ini akan sangat erat dan susah dilepas. Ini bisa menjadi satu kelebihan kalo kamu memang masih terus memanjat dan ingin tetap terikat kuat dengan talinya. Satu cara melepas ikatan ini yaitu dengan memegang dua sisi angka delapan-nya masing2 dengan tangan kanan dan kiri kemudian goyang2kan kedua tangan tsb keatas dan kebawah berulang2 seperti saat kita mau mematahkan/membengkokkan sebatang tongkat. Dengan cara ini biasanya simpul figure eight akan menjadi lentur dan lebih mudah dilepas.
Semua pemanjat tebing harus tau simpul ini dan barangkali hampir 90% pemanjat tebing didunia menggunakan simpul ini pada saat mereka memanjat. Kalo kamu manjat dengan pemanjat yang enggak tau simpul ini, perlu dipertanyakan kamampuan pemanjat tsb (jangan manjat ama dia!).
Kelebihan:
- Simpul ini mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dicek
- Simpul ini memiliki kekuatan 75-80 %. Jadi simpul Figure Eight ini lebih kuat dibandingkan simpul Bowline.
Kelemahan:
Kalo kamu sering jatuh dan menggantung pada simpul ini, setelah pemanjatan selesai maka simpul ini akan sangat erat dan susah dilepas. Ini bisa menjadi satu kelebihan kalo kamu memang masih terus memanjat dan ingin tetap terikat kuat dengan talinya. Satu cara melepas ikatan ini yaitu dengan memegang dua sisi angka delapan-nya masing2 dengan tangan kanan dan kiri kemudian goyang2kan kedua tangan tsb keatas dan kebawah berulang2 seperti saat kita mau mematahkan/membengkokkan sebatang tongkat. Dengan cara ini biasanya simpul figure eight akan menjadi lentur dan lebih mudah dilepas.
Penggunaan simpul Bowline untuk mengikat harnes
sudah tidak dianjurkan meskipun simpul ini aman dan masih sering digunakan
untuk pembuatan jangkar pengaman/ anchor.
2. Simpul Double Bowline
Kelebihan: - Lebih mudah untuk dilepas/ diurai meskipun pemanjat jatuh berkali2 dan mempererat simpul tsb.
Kelemahan:
Belajar mengikat simpul ini enggak semudah mengikat simpul Figure Eight.
Tidak sekuat simpul Angka Delapan
Kekuatan 70-75%.
Agak sulit untuk mengecek benar tidaknya ikatan pada simpul ini. Sering2 di cek terutama bagi mereka yang baru belajar mengikat simpul ini.
2. Simpul Double Bowline
Kelebihan: - Lebih mudah untuk dilepas/ diurai meskipun pemanjat jatuh berkali2 dan mempererat simpul tsb.
Kelemahan:
Belajar mengikat simpul ini enggak semudah mengikat simpul Figure Eight.
Tidak sekuat simpul Angka Delapan
Kekuatan 70-75%.
Agak sulit untuk mengecek benar tidaknya ikatan pada simpul ini. Sering2 di cek terutama bagi mereka yang baru belajar mengikat simpul ini.
Usahakan selalu mengikat kedua simpul ini
langsung ke lubang ikatan harness dan jangan menyambung simpul ditambang tsb ke
harness menggunakan karabiner. Bagaimanapun juga karabiner bisa gagal dan tidak
berfungsi, apakah karena rusak atau kita lupa menguncinya.
Ingat! Setiap kali mengikat simpul sisihkan tali
ekor yang cukup panjang dan ikatlah simpul pengunci seperti simpul nelayan
(fisherman's knot) atau paling tidak overhand knot. (simpul nelayan lebih
disukai karena lebih kuat dan tidak mudah lepas).
Ada beberapa pengaman yang digunakan untuk
meletakkan pengaman dalam panjat tebing
seperti halnya dalan caving :
1. Pengaman alami (Natural Anchor) hampir linear
dengan yang dibahas di Caving
2. Pengaman Piton
3.Bolts hanger: pengaman ini dengan cara dib or di tebing,
Pengaman ini sering digunakan dalam pemanjatan
modern.
GAMBAR TEKNIK
PEMANJATAN SPORT ROCK CLIMBING
-
Spotter mengamankan dan bersiap
utk mengankan hingga pengaman pertama di pasang
-
Hati hatilah damam membelay,
selalu liat sang pemanjat
-
Buatlah back up pengaman pada
blayer bila : perbedaan berat badan, Belay di bawah roof
-
Pilihlah panjang quickdraw yang
tepat
-
Perpanjang pengaman Anchor
dengan sling bila perlu
-
Cara clipping tali kernmantel pada quickdraw
-
Jangan biarkan tali di selakangan
-
Menurunkan leader
GAMBAR TEKNIK
PEMANJATAN AID CLIMBING
-
Pemanjatan oleh leader
-
Teknik ascending pada tali oleh pemanjat selanjutnya
-
Teknik Hauling
TEKNIK-TEKNIK PENYELAMATAN KORBAN
-
Menurunkan korban
-
Menaikkan korban
-
TYROLEAN rescue ( Vertikal-Horizontal)
0 komentar:
Posting Komentar